25 Hari di Eropa (Mencintai Indonesia Tanpa Syarat)

IMG_2101.JPG

Hari itu (Minggu, 26/11/2017), aku dapet pesan dari teman sekelasku di kampus, via WhatsApp.

Suci : “Rif, besok jam 4 udah pulang kerja belum?”

Aku : “Kenapa Emang?”

Suci : “Ada nobar film Aditya Gumay di Bintaro ExChange, jam 4 sore.”

Aku : “Wew, boleh tuh! Gratis?”

Suci : “Iya.”

Aku : “Film yang judulnya apa?”

Suci : “25 Hari di Eropa ; Mencintai Indonesia Tanpa Syarat”

Aku : “Oh, oke deh. Aku usahain besok bisa izin, biar balik cepet. Hehe.”

Suci : “Sip, oke. Sampe ketemu besok di TKP ya, sebelum jam 4.”

Aku : “Oke.”

***

 

Kalo ngomongin film, pasti aku langsung tertarik. Apalagi kalo diajakin secara gratis. Hahahaduh. Berarti ini film keempat yang aku tonton secara gratis. Sebelumnya aku pernah nonton gratis karena ada promo atau bedah film di kampus, yaitu film : “Sajadah Ka’bah (2011)”, “Mama Cake (2012)”, dan “Jilbab Traveller : Love Sparks in Korea (2016)”.

Kata Suci,  film ini nonton bareng gratis ini sebagai ajang promosi dari “Sanggar Ananda Kawula Muda”, yaitu sanggar seni pimpinan Aditya Gumay di bidang seni peran, suara, tari, puisi, presenter, acting, modeling, dan dance. Dalam film ini mempertonkan hasil karya seni dari Sanggar (Seni) Ananda Kawula Muda yang sedang perform di Eropa.

Kenapa gratis? Karena salah satu panitia penyelenggaranya itu adalah kakak dari temen sekelasku juga di kampus, namanya Ebi. Nah, kakaknya Ebi ini namanya Ka Syifa, dia aktif di Sanggar Ananda Kawula Muda-Bintaro. Sedangkan Ebi, Suci, dan aku adalah temen sekelas di kampus UIN Jakarta. Kata Ka Syifa, emang beneran buat promoin sanggar Ananda Kawula Muda, biar tahu karya dari anak Sanggar Kawula Muda, jadi dia sebagai panitia juga ikut promoin dengan ngasih beberapa tiket gratis buat kita-kita. Sebenernya yang dikasih tiket gratis bukan kita bertiga doang sih. Ada juga Lala  (temennya Ebi), dan beberapa anak (6 orang) dari komunitas Tapak Kecil. Jadi, kita nonton bareng 10 orang dalam satu set tempat duduk di bioskop.

Sebelum film dimulai, sekitar jam 4 sore (Senin, 27/11/2017), sutradara Film 25 Hari di Eropa ; Mencintai Indonesia Tanpa Syarat ini, menyampaikan sambutan sekilasnya di depan para penonton bioskop teater 2, cinema XXI-Bintaro ExChange.

Aditya Gumay menjelaskan asal-usul hastag judul film 25 Hari di Eropa, yaitu ‘Mencintai Indonesia Tanpa Syarat’. “Kalimat : ‘Mencintai Indonesia Tanpa Syarat’ dikutip dari ucapan Bapak Anies Baswedan, selaku menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (yang sekarang jadi Gubernur Jakarta), dalam acara silaturahmi dengan masyarakat perfilman Indonesia pada Desember 2014.”

IMG_2087.JPG

“Ide film ini dibuat ketika saya dan anggota Sanggar Ananda Kawula Muda dalam perjalanan pergi ke Eropa untuk menampilkan seni tari. Saya berfikir, mumpung lagi di luar negeri dan lagi mau nampilin karya tari Indonesia,  kenapa ngga coba dibuat film aja, iya kan?”

“Makanya bisa dibilang ini film dadakan. Naskah akting juga  sambil jalan. Saya cuma ngajak beberapa kameramen untuk mengambil adegan aktivitas kita selama di Eropa. Jadi, saya bikin plotnya di Eropa dulu, sedangkan adegan yang shoting di Indonesia, diambil setelah kita pulang dari Eropa. Tapi Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan yang ada, film ini pun bisa selesai. Jadi, harap maklum, begini adanya film dadakan. Semoga kalian bisa menikmati film ini.” lanjutnya.

***

 

Berikut adalah review singkat tentang Film “25 Hari di Eropa ; Mencintai Indonesia Tanpa Syarat”.

Judul Film : 25 Hari di Eropa ; Mencintai Indonesia di Eropa

Genre : Drama, Adventure

Pemain : Diza Refengga, Qya Gus Ditra, Gelar Mahendra, Lady Salsabyla, Amanda Salsa Alfataria, Diana, Putri, David Ari Yulian, Muhammad Prayoga Ramanikiovodiva, Genta Windi Lestari, Vita, Adenin Adlan, Aty Cancer, Ferry Salim, HiVi.

Sutradara : Aditya Gumay

Penulis Skenario : Adenin Adlan, Aditya Gumay

Produser : Aswin Fabanyo

Produksi : Smaradhana Pro

Film 25 Hari di Eropa ini bercerita tentang perjalanan 15 orang remaja indonesia melintasi 9 kota di 4 negara Eropa (Belanda, Prancis, Swiss dan Jerman) untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui, tari dan lagu. Dalam perjalanan tersebut berbagai konflik terjadi. Masalah cinta remaja, persahabatan dan persoalan keluarga melingkupi mereka.

Dikemas dengan ringan, khas film hiburan remaja, namun tetap mengedepankan semangat nasionalisme, membuat film ini bukan cuma tontonan semata tapi juga memiliki edukasi. Berbagai karakter menarik yang dimiliki ke-15 remaja tersebut, membuat film ini jadi penuh warna. Nama-nama artis senior menjadi bintang tamu, seperti Aty Cancer, Ferry Salim dan Nungky Kusumastuti. Ada pula Grup band HiVi juga tampil bersama mereka di panggung-panggung pertunjukan di Eropa, plus lagu-lagunya menjadi soundtrack. Alhasil, Tari dan lagu menyelingi adegan film hingga menjadi tontonan yang tak membosankan. Landscape Eropa yang indah menjadi daya tarik cerita di film ini.

Menurutku sisi yang kurang puas ada di proses/asal-muasal Tim Sanggar Ananda Kawula Muda dapet link untuk tampil ke Eropa. Karena dalam film ditayangkannya cuma langsung sekilas aja. Mungkin kalo prosesnya diceritain secara mendetail akan lebih bagus.

Tapi terlepas dari hal itu, dengan adanya balutan suasana di Eropa, berbagai tampilan seni karya anak Indonesia di Eropa (tari, musik, bahkan ada pencak silatnya di sebuah adegan melawan pencuri), semangat juang para aktornya dalam menampilkan seni, serta soundtrack yang menghibur menjadi nilai plus sendiri buat film ini.

***

 

Setelah selesai nonton, seluruh penonton disuruh ngisi testimoni (semacam questioner/angket) tentang kesan menonton film tersebut di selembaran kertas yang telah disediakan panitia. Aku pun mengisi form testimoni tersebut. Setelah itu, kami foto-foto bersama pemain film, sutradara, dan jajaran panitia Sanggar Ananda.

IMG_2093.JPG

Kesan dari aku pribadi?

“Bagus, Inspiratif, dan berkesan. Film tentang perjuangan anak-anak sanggar seni yang mempunyai pilihan hidup dan mimpi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di Eropa.”

Terima kasih buat Kak Aditya Gumay yang telah memberikan tontonan film inspiratif secara gratis ini, Sanggar Ananda Kawula Muda, buat jajaran panitia penyelenggara (khususnya Ka Syifa dan Ka Ulfah), komunitas Tapak Kecil, Ka Wati, Ebi, Suci, Lala, dan teman-teman lainnya.

IMG_2102.JPG

IMG_2095.JPG

 

IMG_2098.JPG

Semoga karya (film) ini menjadi media dan referensi positif untuk menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme kita, agar bisa mengharumkan nama Indonesia di mana pun berada. Amin. Mencintai Indonesia Tanpa Syarat!

***

 

Oleh : Arif Erha

@Ciputat, 11 Desember 2017

Iklan

Untuk Calon Jodohku

 

pernikahan-dan-keluarga-peradaban-mesir-kuno.jpg

Aku mungkin belum mengenalmu

Belum tau juga apakah kita ‘pernah’ bertemu atau tidak

Yang aku tahu, kata orang ; jodoh adalah cerminan hati

Maka dari itu aku hanya tetap berusaha memperbaiki dan memantaskan diri untukmu

Semoga kau pun ‘demikian’

Sama-sama berdoa dan bermunajat

Agar suatu saat kita bertemu dan dapat menjalin hubungan yang sah. Amin

 

Kita mungkin sama-sama tahu

Menikah bukan hanya menyatukan hubungan aku dan kamu saja, tapi lebih dari itu

Menikah juga menyatukan dan menerima saudara dan keluarga kita satu sama lain

Menikah juga menerima segala aspek kehidupan kita masing-masing

Karena menikah adalah komitmen cinta seumur hidup

 

Jika memang kita (beneran) berjodoh….

Terimalah diriku ini apa adanya

Begitu juga aku akan menerimamu apa adanya

Temani aku di kala suka dan duka

Tetaplah bersama dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah

 

Aku akan menghormati dan memenuhi segala hak-hakmu

Sebagaimana kau menghormati  dan memenuhi hak-hakku

 

Ingatkanlah aku jika ada salah

Begitu juga aku akan mengingatkanmu jika salah

Jika ada hal yang kurang berkenan, silakan…. tegurlah aku

Kita sama-sama belajar untuk saling mengerti dan memahami satu sama lain

 

Selalu temani aku dalam bermuamalah

Bersama-sama beribadah dan berdoa

Berharap keridhoan-Nya, dan menuju surga-Nya. Amin

***

 

Oleh : Arif Erha

@Ciputat, 8 Desember 2017

 

Yang Aku Suka

8271-Lana-Del-Rey-Quote-Doing-what-you-love-is-freedom-Loving-what-you.jpg

Aku suka nonton film. Tapi tidak semua (kategori) film aku tonton. Paling film-film yang seru aja, menurut versiku. Kalo film-film yang seru dan top ratting, biasanya aku nonton langsung ke bioskop. Sisanya aku nonton film di laptop, file hasil dari download di internet, atau minta dari temen. Hehehe.

5575f01a0423bd1f068b4567.jpeg

Selera film yang kutonton biasanya yang bergenre : Action (The Raid, Saga Fast Furious 1-8, Mission Impossible 1-5, Kingsman The Golden Cirle, Baby Driver, dll.), Superhero (Iron Man 1-3, Captain America 1-3, Thor, Doctor Strange, Ant Mant, Incredible Hulk, dll.), Adventure (Journey 2 The Mysterious Island, Everest, 5 CM, Pirates of The Caribbean, The Hobbit, dll.), Drama (Queen of Desert, Vantage Point, The Fabulous Udin, Sabtu Bersama Bapak, dll.), Romance (500 Days of Summer, You’re the Apple of My Eye, Critical Eleven, Cinta Laki-Laki Biasa, Melbourne Rewind, dll.), Thriler (SAW1-7, Triangle, dll.), Comedy (Marmut Merah Jambu, Koala Kumal, Cek Toko Sebelah, dll.), Sci-Fi (Gravity, Martian, Edge of Tomorrow, Pessenger, dll.), Fantasi (Fantastic Beast, Oz the Great and Powerfull, Jack The Great Giant Slayer, Ghosebumps, dll.), Biografi : (Kartini, Rudy Habibie, The Imitation Game, Captain Philips, dll.), sampai ke yang Horror (IT, The Conjuring, Annabelle, Lights Out, dll.), Apalagi kalo ada film adaptasi dari Novel (Harry Potter, The Hobbit, The Girl on The Train, The Circle, dll.) atau yang Based on True Story/True Event (Hacksaw Ridge, Finest Hours, Jungle, Dunkirk, A Taxi Driver, Little Big Master, dll).

Kadang aku nonton film juga tergantung aktor/artis/pemeran utamanya. Misal artis Indonesia : Abimana Aryasatya (Republik Twitter, 99 Cahaya di Eropa, Bulan Terbelah di Langit Eropa, Negeri van Orange, Haji Backpacker, Warkop DKI Reborn), Reza Rahadian (Alangkah Lucunya Negeri Ini, Rudy Habibie, Critical Eleven, 3 Srikandi, Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Surga Yang Tak Dirindukan 2), Fedi Nuril (Ayat-Ayat Cinta, Surga Yang Tak Dirindukan 1-2, 5 CM, Shy Shy Cat), Deva Mahendra (Aku Kau dan KUA, Sabtu Bersama Bapak, Cinta Laki-Laki Biasa, Tetangga Masa Gitu), Adipati Dolken (Malaikat Tanpa Sayap, Perahu Kertas 1-2, Aku Kau dan KUA, Kukejar Cinta Ke Negeri Cina, Catatan Dodol Calon Dokter, Posesif, Hujan di Bulan Juni), Nicolas Saputra (Ada Apa Dengan Cinta 1-2, Janji Joni, Cinta Setaman, Nic & Mar), Raditya Dika (Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, Marmut Merah Jambu, Malam Minggu Miko, Koala Kumal, Single, Hangout, The Guys), Iko Uwais (The Raid 1-2, Headshot, The Skyline Beyonce), Vino G. Bastian (Madre, Tampan Tailor, Warkop DKI Reborn), Herjunot Ali (Realita Cinta dan Rock and Roll, 5 CM, Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, Di Bawah Lindungan Ka’bah) Dian Sastro Wardoyo (Ada Apa Dengan Cinta 1-2, 7 Hari-24 Jam, Kartini), Bunga Citra Lestari (Habibie dan Ainun, My Stupid Boss, 3 Srikandi), Laudya Cynthia Bella (Virgin, Surga Yang Tak Dirindukan 1-2, Aisyah Biarkan Kami Bersaudara), Revalina S. Temat (Perempuan Berkalung Sorban, Tanda Tanya, Semesta Mendukung, Assalamu ‘Alaikum Beijing, Wanita Tetap Wanita), Marsha Timoty (From Bandung With Love, Marlina : Si Pembunuh dalam Empat Babak), Adinia Wirasti (Kapan Kawin, Sebelum Pagi Terulang Kembali, Cek Toko Sebelah, Critival Eleven), Laura Basuki (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta, Republik Twitter, Madre), Tatjana Saphira (Negeri Van Orange, 20 Sweet, Stip dan Pensil), Indah Permata Sari (Rudy Habibie, Aku Benci dan Cinta, Stip dan Pensil, Jomblo), Chelsea Island (Tetangga Masa Gitu, Mimpi Sejuta Dolar, Headshot, Rudy Habibie, 3 Srikandi, Love You Love You Not), Aurellie Moeremans (Catatan Dodol Calon Dokter, Melborne Rewind, Jomblo), Pevita Pearce (Lost in Love, 5 cm, Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, The Guys).

Kalo artis luar : Tom Cruise (Edge of Tomorrow, Mission Impossible 1-5, Jack Reacher, Oblivion, American Made), Robert Downey JR (Sherlock Holmes, Iron Man 1-3, Avengers, Spiderman Homecoming, The Judge), Leonardo Di Caprio (Titanic, Inception, The Great Gatsby, The Revenant), Bradley Cooper (The A Team, Silver Lining Playbook, American Sniper, Burnt), Johny Deep (Pirates of The Carribean 1-5, The Lone Ranger, Transcendence), Christian Bale (The Dark Knight Trilogy, The Prestige), Beneditch Cumberbridge (The Imitation Game, Doctor Strange, The Fifth Estate, Sherlock Holmes Series), Andrew Garfield (The Amazing Spiderman, The Social Network, Silence, Hacksaw Ridge), Jason Statham (The Mechanic, Fast and Furious 7-8, Transporter), Vin Diesel (The Last Wich Hunter, Fast and Furious 1-8, XXX Return of Xander Cage), Mark Wahlberg (Lone Survivor, Transformers 4-5, Deep Water Horizon), Jennifer Lawrance (The Hunger Games 1-3, Pessenger, American Hustle), Michael Monagan (Source Code, Eagle Eye, Pixel), Emily Blunt (Looper, Edge of Tomorrow, The Girl on The Train).

Kalo artis Asia paling cuma : Son Ye Jin (Spellbound, The Pirates, A Momen to Remember, The Tower, The Last Princes), Gong Yoo (Silenced, Train to Busan, Goblin), Park Shin Hye (Cynaro Agency, Miracle in Cell 7, Pinocchio), Shin Se Kyung (Soar into The Sun, The Girl Who Sees Smells),  Jackie Chan (Police Story 1-5, The Tuxedo, New Police Story, Police Story 2013, Who Am I, The Foreigner), Shah Rukh Khan (Kuch Kuch Hota Hai, Mohabbatein, Kabhi Khushi Kabhi Gham, My Name Is Khan, Rab Ne Bana Di Jodi, Chenai Express, Jab Tak Hai Jan).

Mungkin kebanyakan kita suka nonton film karena ada artis favoritnya. Kita lebih hafal nama artis daripada nama Sutradaranya. Sebuah film bisa terlihat menarik kalo penokohan dan karakternya pas. Tapi di balik kesuksesan sebuah film tak lepas dari campur tangan sang sutradara.

Aku tak tahu banyak tentang nama Sutradara. Paling cuma beberapa aja yang filmnya aku tonton. Misal : Hanung Bramantyo (Ayat-Ayat Cinta, Kartini, Rudy Habibie, Jomblo, Tanda Tanya, Surga Yang Tak Dirindukan), Joko Anwar (Janji Joni, Kala, Pintu Terlarang, Pengabdi Setan), Christopher Nolan (The Prestige, Inception, The Dark Knight Trilogy, Interstellar, Dunkirk), dan James Wan (Saw, The Conjuring 1-2, Furious 7). Sisanya cuma nonton dan fokus ke filmnya tanpa inget-inget nama sutradaranya. Hahahaduh.

Tapi dari sekian sutradara, aku paling salut sama Hanung Bramantyo dan Christhoper Nolan. Khusus untuk Nolan –menurutku–, film-filmnya Nolan durasinya cukup lama (2 jam lebih), banyak dialog, alur dan ceritanya dalam, sering bikin kita bertanya-tanya, dan menduga-duga. Jangan lupakan juga detail/benda kecil apapun di sebuah segmen dalam film, walaupun sebentar tapi bisa berpengaruh dalam ide ceritanya.

Sebenernya, apapun genre filmnya, kalo aku lagi BT/butuh hiburan, nonton film apa aja juga oke-oke aja. Tapi beda halnya kalo nonton film-film yang serius, penuh teka-teki, dan alur/cerita yang ngejelimet…. Kalo ini, justru aku yang nunggu mood dulu untuk nonton. Misal kaya film : The Prestige, Inception, Interstelllar, Sherlock Holmes Series, etc… Film-film kayak gini kadang butuh fokus dan kosentrasi biar bisa mahamin filmnya.Kalo nonton di laptop kadang aku juga suka nge-pause atau mengulang segmen dalam film yang masih aku bingung, sekiranya ngga ketinggalan teks terjemahannya, biar paham.

IMG_6090.JPG

Bagiku, film merupakan hiburan sekaligus refresing otak. Dari film kita bisa menikmati suasana dalam film (apalagi kalo film-film adventure/petualangan, yang men-display pemandangan alam), menebak-nebak ceritanya, menduga-duga alurnya, dan menerka-nerka endingnya. Sampai perasaan kita pun jadi ikut tegang dan campur aduk. Apalagi kalo film-film survivor (tentang berusaha/bertahan hidup, semacam : Hacksaw Ridge dan Lone Survivor), kadang kita jadi membayangkan, bagaimana kalo saat itu kiga berada di posisi salah satu tokoh film tersebut dalam keadaan untuk bertahan hidup?

Tapi itulah uniknya sebuah film. Dari sekian genre, cerita, atau  kisah yang ditampilkan dalam film, setidaknya kita bisa mengambil pesan yang tersirat secara positif. Dari mata (nonton), naik ke otak (mikir), lalu turun ke hati (kesan setelah menonton).

IMG-20151024-WA0011.jpg

Ada kepuasan tersendiri ketika setelah menonton sebuah film aku bisa menemukan sebuah quotes sekaligus motivasi dari cerita yang tertera dalam sebuah film. Apalagi kalo film itu menyinggung sebuah permasalahan yang sesuai dengan hati kita.

***

 

Aku suka baca novel. Tapi tidak semua (genre) novel aku baca. Paling hanya beberapa genre/novel pilihan aja yang kira-kira bagus atau lagi best seller yang kubaca.

Foto1949.jpg

Biasanya aku baca novel yang genrenya drama-romance (Perahu Kertas, Critical Eleven, Melbourne Rewind, dll), drama-religi-romance (Ayat-Ayat Cinta 1-2, Bumi Cinta, Assalamu ‘Alaikum Beijing), drama-educatif (Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, Rantau 1 Muara, dll), comedy-romance (Manusia Setengah Salmon, Koala Kumal), adventure (5cm, Sang Alkemis, 99 Cahaya di Langit Eropa, Negeri van Orange), biografi (Sepatu Dahlan, Surat Dahlan).

Kalo ditinjau dari penulis, biasanya aku suka baca novel yang pengarangnya : Habiburrahman El Shirazy, Tere Liye, Asma Nadia, Ahmad Fuadi, Raditiya Dika, Dewi Lestari, Paulo Coelho, dll. Tapi kadang seleraku juga random sih. Apalagi kalo ada novel bagus yang “segera difilmkan”, pasti aku sempetin baca novelnya dulu sebelum filmnya rilis, misal novel : Surga Yang Tak Dirindukan (Asma Nadia), The Circle (Dave Eggers), 99 Cahaya di Langit Eropa (Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra), Negeri Van Orange (Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Annisa Rijadi, Rizki Pandu Permana).

Padahal novel kan sama sama aja ya sama buku-buku bacaan lainnya, macam majalah, koran atau jurnal sekalipun. Tapi jujur, aku lebih suka baca novel daripada baca buku jenis lainnya.

Biasanya kalo kita baca buku berisikan pelajaran/materi yang bersifat deskriptif kadang kita susah mencernanya. Tapi jika sebuah informasi/pengetahuan dikemas dalam bahasa yang ringan seperti novel mungkin bakalan lebih mudah dicerna. Itu menurutku.

Sama halnya dengan film…. Menurutku, novel adalah hiburan sekaligus refreshing (otak). Dari novel kita bisa berfantasi, menikmati keindahan susunan kata-kata, menemukan quotes, berimajinasi masuk dalam dunia novel, merasakan suasana alurnya, sampai memahami pesan tersirat dari sebuah novel.

Kalo lagi baca novel, aku sering menandai atau menggaris bawah kata-kata yang penting atau bagus (quotes). Suka aja gitu, kalo novel yang kita baca, ternyata sedikit menyinggung permasalahan atau hal yang sesuai dengan hati kita.

Oya, satu lagi, kadang kalo udah selesai baca novel aku juga sering coret-coret di halaman belakang novel itu, menghitung hasil kecepatan baca/rata-rata baca perhari. Misal, aku baca novel “Sang Alkemis, karya Paulo Coelho”, tebal 216 halaman, selesai dibaca dalam waktu 12 hari (216 : 12), berarti rata-rata bacaku di novel itu adalah 18 halaman perhari. Itu cuma contoh. Lain novel, beda jumlah halaman, pasti lain juga rata-rata baca novelku. Karena aku baca novel kan juga nunggu waktu senggang, di sela-sela kesibukan. Hahaha #SokSibuk

***

 

Aku Suka Nonton Bola. Tapi tidak semua pertandingan langsung sepak bola aku tonton. Paling cuma nonton klub-klub kesukaanku aja, misal : Real Madrid, Liverpool, dan AC Milan. Atau nonton pertandingan-pertandingan Big Match (Liga Spanyol, Inggris, Liga Champions, Europa League, AFF, Friendly Match, Liga Indonesia, Euro, sampe Piala Dunia) atau laga-laga penentu lainnya yang seru.

futbol.jpg

Biasanya, aku cuma nonton bola di TV. Itu pun kalo disiarin sama TV lokal. Kalo ga ya streaming (itu pun kalo ada banyak quota). Atau kalo ga sempet nonton, paling cuma liat highlights-nya aja di youtube. Pernah juga sih sesekali nonton bareng gitu di cafe atau tempat makan macam McD, KFC, atau tempat lainnya. Itu pun kalo lagi laga-laga penting aja, kaya final Piala Dunia, Final Euro, dll.

Yang kusukai dari nonton sepak bola adalah :

  1. Klub favorit. Kalo kita punya klub kesukaan, pasti kita relain nyempetin waktu buat nonton pertandingan di tiap pekannya. Mau menang, seri, kalah, itu urusan belakangan. Yang penting kita bisa menyaksikan klub favorit aja udah seneng. Setidaknya dari tiap pertandingan, kita bisa menilai/mereview hasil pertandingan klub kesukaan kita tersebut.
  2. Adanya Pemain bintang/pelatih fenomenal. Adanya pemain bintang atau pelatih top juga bisa jadi alasan kita suka nonton bola. Kenapa? Pemain bintang bisa menarik perhatian para penikmat sepak bola lewat performa dan permainannya di sebuah klub. Entah itu passing, drible, assist, bahkan goalnya. Sedangkan pelatih bisa jadi sorotan publik atas strategi dan keberhasilannya dalam meracik formasi dan permainannya, yang menghasilkan trofi.
  3. Permainan. Hal ini mungkin yang menjadi dasar footballovers (orang yang suka bola) menyukai sepak bola, yaitu menikmati permainan dari sebuah pertandingan. Melihat permainan sebuah tim ibarat mengamati proses, bagaimana sebuah permainan bergulir, mengalirkan bola, merebut bola, tackle, bertahan, membuang bola, umpan, crossing, shooting, drible, hingga mencetak gol.
  4. Gol (Cantik). Setelah menikmati proses (permainan), pasti kita menunggu sebuah hasil (gol). Entah bagaimana pun proses terciptanya gol, kalo kita ngeliat tim kesukaan kita mencetak gol dan menang pasti kita senang. Apalagi kalo golnya itu gol indah, pasti lebih terkesan “wah”. Sebut saja gol canon Marco Asensio ketika Madrid menang 3-1 atas Barcelona (Leg 2, Madrid menang 2-10) di ajang Spanish Super Cup. Atau golnya Oliver Giroud dengan Scorpion Kicknya. Messi dengan gol Solo Runnya. Ibrahimovic dengan gol saltonya. C. Ronaldo dengan gol beckil-nya. David Beckham dengan Freekick-nya. Gol-gol cantik seperti itu patut dinikmati oleh pecinta sepak bola.
  5. Statistik dan Rekor. Setiap pertandingan sepak bola, selalu ada statistik yang tertera. Entah itu penguasaan bola, jumlah umpan, area duel, shoot on target, corner, pelanggaran, sampe ke kartu kuning/merah. Dan hampir setiap laga pun kadang mempunyai catatan rekor tersendiri. Entah itu bagi pemain, klub, atau pelatih. Misal kaya rekor penampilan (terbanyak), rekor kemenangan (terbanyak atau beruntun), rekor tak terkalahkan (unbeaten), rekor gol, rekor assist, dan masih banyak rekor-rekor lainnya. Tentu catatan statistik dan rekor ini menjadi hal yang patut kita simak.
  6. Trofi dan Penghargaan. Dari penampilan, permainan, perjuangan, kerja keras, dan kerja sama tim, sebuah klub pun bisa meraih sebuah trofi. Bukan hanya klubnya saja yang dapet trofi, tapi sebagian pemainnya dan pelatihnya juga dapat penghargaan pribadi. Misal penghargaan Balon d’Or (pemain terbaik), Pelatih Terbaik, Gol Terbaik (Puskas Awards), Suporter Terbaik, dan penghargaan lainnya. Selain itu, ada juga pemain-pemain pilihan yang menjadi Best 11 FifPro versi FIFA. Tahun 2017 ini, best starting eleven-nya yaitu : Gianluigi Buffon (Juventus), Daniel Alves (Juventus-PSG), Sergio Ramos (Real Madrid), Bonuci (Juventus-Milan), Marcelo (Real Madrid), Toni Kroos (Real Madrid), Luca Modric (Real Madrid), Iniesta (Barcelona), Lionel Messi (Barcelona), C. Ronaldo (Real Madrid), dan Neymar (Barcelona-PSG). Pelatihnya : Zinedine Zidane (Real Madrid).
  7. Hal unik lainnya. Hal lain yang kumaksud yaitu fenomena-fenomena unik yang terjadi dalam sepakbola. Misal : gol tangan tuhannya Maradona dan Messi, Elbow of God-nya C. Ronaldo, gol Hantunya Frank Lampard ke gawang Jerman, gol anehnya Kiessling (masuk lewat samping gawang, tapi disahkan), Paul Robinson ; salah satu Kiper yang mencetak gol, keajaiban Istanbulnya Liverpool, divingnya lebaynya pemain, wasit yang salah mengambil kartu kuning dan mengambil kartu merah, hingga kejadian lucu dan aneh lainnya.

***

 

Aku Suka Main Futsal. Dalam seminggu aku rutin 1-3 kali main futsal, tapi dengan jadwal yang beda. Biasanya aku main bareng temen kampus, Ocad, Mamet, dkk. (malem jumat, jam 9 di Farm Futsal, DD Futsal, atau Zona Futsal), bareng kakak kelas kampus, Bang Fatur, dkk (malem minggu, jam 9, di Zona Futsal, Fit Futsal, atau di Replays Futsal), bareng temen-temen PFC (Pamulang Futsal Club) di hari minggu sore dari jam 4 sampe maghrib.

IMG_5451.PNG

Menurutku, orang yang suka nonton (pertandingan) bola, kebanyakan juga suka dengan olahraganya : bermain sepakbola, atau futsal. Ibarat kata, nonton bola itu sebagai materi untuk mengaplikasikan gaya permainan di lapangan (sepak bola atau futsal). Misal, aku suka dengan gocekan roulette-nya Zidane, setelah nonton video/nonton gaya mainnya, sesekali kalo ada kesempatan ya aku praktekin gaya roulette itu ketika main futsal. Namanya juga nyoba, ya kan?

Kalo main bola/futsal, posisi idealku adalah sebagai winger kanan/kiri, entah itu jadi bek maupun membantu penyerangan, atau juga pemain tengah (attacking midfielder).

IMG_6010.JPG

Bagiku, futsal bukan sekedar olahraga, tapi juga hiburan. Ada kebanggaan sendiri kalo main futsal bisa cetak gol, assist, atau key pass, apalagi kalo bisa membawa timnya menang. Hehe.

***

 

Aku Suka Dengerin Musik. Menurutku, setiap musik/lagu pasti ada momennya, dan setiap momen pasti ada musiknya. Setiap kesan atau perasaan apapun kadang kita merasa ada soundtrack-nya tersendiri. Ya, oleh musik atau sebuah lagu. Contoh nih ya, ketika kita lagi jatuh cinta, suka sama seseorang, pasti kita bakalan suka dengerin lagu-lagu tentang cinta. Sebut saja lagunya “Dewa 19 – Roman Picisan”, ”Once – Aku Mau”, “Hivi – Mata Turun Ke Hati”, dan lagu cinta lainnya.

manfaat dengerin musik.jpg

Atau, ketika kita lagi galau, lagi kurang mood, otomatis kita pun mendadak suka dengan lagunya ”Ungu – Cinta Dalam Hati”, “Sheryl – Kedua Kalinya”, “Hivi – Orang Ketika ”, ”Yovie N Nuno – Sempat Memiliki”, dan lagu lainnya.

Atau, ketika kita lagi nge-down, ingin merenung, kita pun pasti merasa nikmat ketika mendengarkan lagu “Josh Gobran – You Rise Me Up”, “D’Masiv – Jangan Menyerah”, “Bondan  – Ya Sudahlah”, Wiz Khalifa feat Charlie Puth – See You Again”, “Daniel Powter – Bad Day”, dan lagu renungan lainnya.

Atau, ketika kita lagi senang, lagi semangat mengerjakan sesuatu, pasti kita juga bakal suka dengan lagunya “Zara Larsson – Symphony”, “American Author – Best Day of My Life”, “Bebe Rexha feat Lil Wayne – The Way I Are (Dance With Somebody)” dan sebagainya.

Ya, sebuah musik/lagu kadang memang mewakili perasaan kita. Toh, sebenarnya sebuah musik/lagu juga dibuat atas dasar perasaan pencipta (lagunya)? Sang pencipta lagu mengungkapkan ekspresi hatinya melalui nada dan lagu yang mereka buat. Alhasil, ketika kita mendengarkan sebuah lagu yang pas, perasaan kita juga ikut terbawa dengan lagu itu, lalu perasaan kita akan menampilkan ke otak sebuah momen terkesan yang dulu pernah kita alami, momen yang pas dengan tema lagu tersebut.

Selain musik/lagu, aku juga suka dengerin musik-musik theme song dari sebuah film. Sebut saja Brian Tyler, yang mengcover theme song beberapa film top (Eagle Eye, Fast Five, Furious 7, Iron Man 3, Now You See Me). Atau musik komposer film lainnya, macam : Pirates of Carribean, Mission Impossible, Spiderman, Kingsman, dll.

Menurutku, musik adalah sarana untuk menyegarkan perasaan dan moodbuster. Semacam penyemangat, pembangkit mood, bahkan memotivasi. Musik bisa menyegarkan perasaan kita, bahkan otak kita. Ia telah menghibur kita lewat alunan nadanya. Ia memotivasi kita lewat barisan liriknya. Ia telah menyegarkan perasaan kita lewat kombinasi suara, nada, musik, dan liriknya

So, let’s listen to our favorite musik, and do anything the best in life! 😀

***

 

Aku Suka Makan (Masakan) Tempe. Hampir tiap hari aku makan lauknya pasti ada tempenya. Entah itu tempe goreng, oreg, sambel goreng, tempe kukus kuning, tempe-kacang, tempe mendoan, tempe bacem, pecel tempe, dan aneka masakan tempe lainnya. Semuanya aku suka.

IMG_5622.JPG

Mungkin kesukaan tempe ini kebawa dari aku masih kecil. Dulu waktu aku kecil, kalo Ibuku dan Ayahku sibuk kerja, aku sering dititipin ke eyang (mbah), entah itu mbah dari pihak ayahku maupun ibuku, kadang gonta-ganti aja sih. Dulu mbahku sering banget masakin tempe goreng sama sayur asem (yang kuahnya warna orange, campur pake biji petai dan tomat). Meskipun biasa aja, tapi dulu menurutku enak-enak aja. Nah, dari keseringan dimasakin tempe itu, sampe sekarang jadi kebawa suka sama masakan tempe terus.

Resep-Masakan-Tempe-Bumbu-Woku-Lezat1-e1428545723167.jpg

Emang sih, satu sisi kalo kita suka makanan favorit kita jadi kaya punya ketergantungan tiap hari makan harus ada tempenya gitu, kayak susah menerima lauk lain (padahal lauk lain juga sebenernya aku doyan, tapi tetep lebih sukaan tempe. Hehehe). Tapi sisi lainnya, sebenernya kalo kita punya makanan favorit juga ngga ribet, kalo mau makan langsung punya tujuan lauknya apa. Iya, kan? 😀

***

 

Aku Suka (Liatin) Kucing. Entah kenapa… Kalo aku ngeliat kucing lagi santai, berpose imut, hawanya pengen nyuri-nyuri ngepotret (foto) kucingnya. Hahaha. Padahal mah itu kucingnya siapa tau, bukan kucingku. Tapi cuma numpang ngelus-ngelus aja. Kalo pas lagi ada makanan, ya aku kasih. Pokoknya, bawaannya gemes aja, lucu. Pengen ngelus-ngelus.

Foto1723.jpg

So, kalo ditanya, hewan paling imut yang kusukai dan ingin kupelihara adalah… Kucing! 😀

***

 

Aku Suka Menulis (Di Blog). Menulis yang kumaksud adalah : nulis cerpen, curhat(an), puisi, essai, atau artikel bebas lainnya (di Blog). Tapi itu juga kalo lagi ada mood doang. Hahahaduh. Inilah bagian tersulit dalam menulis, yaitu : konsisten!

IMG-20150831-WA0006.jpg

Bagiku, untuk bisa nulis ke blog juga kita harus meluangkan waktu yang lebih, dalam timing yang pas (antara waktu senggang dan adanya inspirasi untuk menulis). Dan nulis di blog juga butuh sesuatu yang berkesan, atau sesuatu yang dianggap penting, atau sesuatu yang kita suka. Hal itu pulalah yang mendasariku beberapa kategori tulisan dalam blog-ku ini. Ada cerpen, curhatan, cinta, do you know, hikmah, bahasa Arab, tokoh, puisi, pengalaman, dan resensi.

Beberapa bulan belakangan ini, aku memang sudah jarang menulis di blog. Mungkin karena emang belum sempet, belum ada mood buat nulis. Jadi, sekarang aku kalo nulis sekiranya bener-bener sempet, pengen, dan ada inspirasi untuk (bener-bener) menulis aja. Duh!

Bagiku, menulis adalah sarana untuk mengekspresikan apa yang kita rasakan secara detail. Dengan menulis, kita bisa mendengarkan kata hati, belajar merasa, belajar mengungkapkan emosi, belajar untuk jujur kepada diri sendiri, dan masih banyak lagi khasiat dari menulis. Sebelumnya aku juga pernah menulis puisi yang judulnya “Melalui Tulisan”, dijamin pasti pada ngga ngerti dan bingung. Hahaha.

***

 

Oke, itulah beberapa hal yang kusukai. Selain itu juga sebenernya (mungkin) masih ada hal lain yang kusukai. (Lagi) Suka sama Dia, misalnya. Eaaaaa 😛

 

@KosanSedapMalam, Ciputat

30 November 2017

Oleh : Arif Erha

 

Maafkan Aku

db86.JPG

Kadang aku benci diriku sendiri

Ketika aku tidak bisa jujur pada diri sendiri

Ketika aku tak bisa bisa menjadi diriku sendiri

Ketika aku tak bisa berbuat banyak untuk orang-orang sekitar

 

Kadang aku benci diriku sendiri

Ketika aku berpura-pura memaksakan bahagia di balik kesedihan

Ketika aku berpura-pura tabah di balik kerapuhan

Ketika aku tak mampu meraih apa yang kuharapkan

 

Kadang aku benci diriku sendiri

Ketika aku terlalu egois dengan segala urusanku tanpa memperdulikan urusan orang lain

Ketika aku bermalas-malasan tanpa tujuan

Ketika aku tak bisa mengontrol segala masalah-masalah hidupku

 

Tapi beginilah diriku

Cuma manusia biasa yang punya banyak salah dan khilaf

Manusia yang punya segala keterbatasan

Manusia dengan segala kelemahan

 

Aku hanya melakukan apa yang aku bisa

Aku hanya melakukan apa yang aku mampu

Aku hanya melakukan apa yang aku yakini

 

 

Maafkan aku, jika aku belum bisa menjadi orang yang seperti kalian inginkan

Maafkan aku, jika aku masih banyak salah sama kalian

Maafkan aku, jika aku belum bisa menjadi teman yang baik buat kalian

Maafkan aku, jika aku belum bisa berbuat banyak untuk kalian

 

Maafkan aku ….

***

 

Oleh : Arif Erha

@PBR, 25 September 2017

 

Jatuh Cinta?

jatuhcinta

Waktu itu aku pernah baca status adik kelasku (cewe berinisial F, sebut saja namanya Faizah) di BBM. Begini statusnya : “Bagaimana rasanya didiamkan seseorang yang dulunya begitu gigih memperjuangkan? Dan bagaimana rasanya ditinggalkan orang yang dulunya tulus mencintaimu?”. Aku pun iseng mengomentari statusnya.

A : “Wew…. Dalem banget….”

F : “Hahaha. Kenapa Ka?”

A : “Ngga apa-apa. Hehe. Bukannya jawaban status itu ada di hati Ade?

F : “Hehe. Iya, bener. Aku liat mantanku yang dulu telah berpacaran dengan orang lain. Karena itu aku bikin status itu Ka.”

A : “Wah… Terus gimana perasaan ade sekarang tau mantannya udah pacaran lagi?”

F : “Lucu aja. Dulu dia pernah mengatakan sayang-sayangan sama aku. Tapi putus, terus sama orang lain. Sekarang aku tau kalo dia bukan orang baik untukku”.

A : “Hmmm, gitu. Sabar ya De”.

F : “Hehe, iya ngga apa-apa. Malah aku bersyukur.

A : “Bagus deh. Semoga beneran ngga apa-apa. Ambil sisi positifnya aja. Setiap kejadian pasti ada alasan dan hikmahnya.”

F : “Pasti. Insya Allah aku bisa termua semuanya dengan lapang dada. Kelak ketika aku cukup tersenyum dan menghampirinya laku aku akan mengenalkan seseorang yang sedang kugandeng dan pastinya yang kugandeng jauh lebih baik darinya.”

A :  “Oke, good. Amin!”

F : “Oya, Kakak sebelumnya pernah pacaran ngga sih? Ko kayaknya aku liat foto-foto Ka di medsos banyak sendiriannya? Jarang foto sama cewe.

A : “Belum pernah,” jawabku.

F : “Ah, masa sih? Aku ngga percaya!”

A : “Beneran ko. Tapi kalo jatuh cinta mah pernah.”

F : “Lha, apa bedanya pacaran sama jatuh cinta?”

A : “Ya beda lah, kalo pacaran kan punya rasa ingin memiliki. Tapi kalo jatuh cinta kan cuma biasa aja, sukanya diem-diem, ngga harus memililiki, ngga harus diungkapkan karena ada alasan tertentu.”

F : “Emang Ka pernah jatuh cintanya kayak gimana?”

A : “Ya suka biasa aja, deket, saling kagum, perhatian, misal sama sahabat gitu, atau kayak nganggap adik-kakak angkat gitu.”

F : “Oh, berarti kaya friendzone gitu ya, lebih nyaman dan akrab sebagai sahabat”.

A : “Ya gitu deh. Meskipun kadang juga Ka kebawa cemburu kalo ada yang suka sama dia. Tapi mau gimana lagi, sebagai sahabat Ka pasti doakan yang terbaik buat dia.”

F : “Hahaha. Sabar ya Ka.”

A : “Iya, makasih”.

***

 

Dari penggalan chatting tersebut, jadilah kita saling membalas chatting berikutnya. Pertanyaan tentang perbedaan pacaran dan jatuh cinta pun membawaku ke pengalaman masa lalu.

F : “Emang sebelumnya Ka ngga pernah nembak cewe langsung gitu?”

A : “Pernah sih sekali, ke temen deket sekelas kampus Ka, di awal-awal kuliah.”

F : “Terus jawabannya gimana? Diterima ngga?”

A : “Hmmm, jawabannya bikin Ka tobat”.

F : “Lha, emang kenapa jawabannya?”

A : “Kan awalnya Ka bilang gini : ‘Boleh ngga aku suka sama kamu?’ Terus Dia jawab : ‘Boleh aja sih. Tapi kayaknya aku bukan orang yang pantas buat kamu’. Terus dikasih kutipan hadits gitu. Kalo ga salah yang artinya begini : ‘Kalo mau mencintai orang lain, cintai diri sendiri dulu’. Setelah ngejelasin hadits dia juga bilang : ‘Saya menghormati orang yang suka sama saya, tapi maaf saya belum mau pacaran dulu, karena masih kuliah, jadi maaf ya, kita temenan aja’. Gitu.

F : “Wah… Sabar Ka, haha. Dramatis! Tapi dari jawaban cewe tadi sangat mudah dibaca bagaimana keperibadian cewe tersebut. Kayaknya cewe itu alim gitu ya?”

A : “Ya iyalah. Orang yang Ka suka itu anaknya ustadz, anaknya pinter, pinter qori juga, IPK tiap semesternya juga hampir di atas 3 koma terus. Aku mah apa atuh.”

F : “Oalah… Pantesan. Terus persanaan Dia sama Ka gimana?””

A : “Awalnya dia juga bilang rada ngga enakan sih sama Ka, karena secara ngga langsung kan sebenernya dia nolak. Tapi ya mau gimana lagi, namanya cuma temen ya mesti tetep saling komunikasi dan support yang terbaik. Alhamdulillah sih sampe saat ini Ka masih berteman sama dia. Meskipun sekarang dia udah bersuami dan punya anak.”

F : “Syukurlah kalo gitu.  Sabar ya Ka. Ambil hikmahnya dari apa yang telah terjadi.”

A : “Iya De, sejak saat itu Ka belum pernah nembak cewe lagi. Kalo suka ya cuma biasa aja, sebatas temenan. Dari jawaban cewe itu mungkin (bertujuan) mengingatkan Ka biar belajar lebih sabar lagi agar menata dan mempersiapkan diri untuk orang yang pas suatu saat nanti.”

F : “Oke, good. I’m glad your doing so well!” J

A : “Makasih De. Maaf jadi kebawa curhat.”

F : “Iya, ngga apa Ka.”

A : “Oya, menurut kamu, orang kaya Ka cemen ngga sih? Kalo suka ngga cuma diem-diem aja.”

F : “Ko cemen sih. Engga lah, aku lebih suka yang kaya gitu. Untuk apa nembak atau ngungkapin perasaan sebelum waktunya. Lebih baik menata diri, memantaskan dan mempersiapkan diri.”

A : “Iya, Ka kalo suka emang lebih dipendem aja, sambil introspeksi diri.”

F : “Sebelum mengungkapkan dan pilih seseorang yang bener-bener bisa mendamingi dan mengajak pada kebaikan. Bukan hanya orang yang disukai atau yang hanya terlihat cantik/ganteng di wajah doang, tapi di hatinya juga.“

A : “Iya, bener. Ka juga pengennya gitu. Kan cinta bukan cuma kata-kata I love you aja, tapi perjuangan dan komitmennya diseriusin ke jenjang yang halal.”

F : “Sebaik-baik kekasih yaitu dia yang memperjuangkan secara diam-diam, dalam doa, dalam kerja, dalam karya, dan dalam keyakinan sama Allah. Dia ingin mendekat tapi bersabar. Ia ingin menyapa tapi bersabar. Ia ingin bertemu tapi bersabar. Bersabar lagi dan lagi. Sebab ia sudah merasakan betapa manisnya bersabar, betapa nikmatnya berharap hanya kepada Allah. Perasaan itu fitrah, tapi kesetiannya proses dan biarkan pertemuan ini berproses di jalan kebaikan. Tak apalah jika tak sampai pada dia… Tugas kita hanya berjalan, bukan sampai.”

A : “Iya bener De. Yang penting kita tetep berusaha, berdoa, memperbaiki dan memantapkan diri.”

F : “Semoga jika pun akhirnya kita tidak sampai pada dia yang sedang diperjuangkan, di tengah proses ini kita dipertemukan dengan seseorang yang lebih baik. Siapa? Seseorang yang barangkali saat ini sedang memperjuangkanmu secara diam-diam.”

A : “Amin ya Allah. Doa yang sama pula untuk Ade. Makasih ya.”

F : “Amin. Iya, sama-sama Ka.”     

***

 

Ngobrolon jatuh cinta emang ngga bakal ada ujungnya. Tiap orang pasti pernah ngalamin yang namanya jatuh cinta dengan caranya masing-masing. Ada yang berpacaran, HTS-an, ade-kakak-an, sebagai sahabat, friendzone  atau sejenisnya, atau hanya suka secara diam-diam (sambil memperbaiki diri), atau jatuh cinta (langsung) ke level yang serius sampai jenjang pernikahan.

Apapun dan bagaimana pun proses jatuh cinta yang pernah kita alami telah mengajarkan kita supaya tetap menghargai perasaan hati kita sendiri ; suka-duka, senang-sedih, bahagia-susah, cemburu, kecewa, marah, benci, serta perasaan hati lainnya.

Seperti kutipan Tere Liye tentang Jatuh Cinta dalam novel Hujan.

“Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh, di dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian”. (255, Hujan – Tere Liye)

“Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.” (256, Hujan – Tere Liye)

***

 

Oleh : Arif Erha

@PBR, 18 Juli 2017

 

Penantian dalam Doa

Doa_Muslim_Muslimah.jpg

Ada banyak orang yang memilih bersama sebelum waktunya, menjalin kasih, melontar perhatian dan mamerkan kemesraan. Padahal berkumandang kata halal pun belum bertabuk.

Akan tetapi aku, juga semoga dirimu, memilih bersama memadu kasih pada waktu yang semestinya. Hal ini memang meletihkan, melelahkan, bahkan tak jarang mengundang air mata. Sebab ada sepi, ada rindu, ada harap, juga ada cemburu yang menggelayut di langit hati.

Aku memang belum mengenalmu. Tapi orang bilang jodoh adalah cerminan dari apa yang aku lakukan. Boleh jadi kau lakukan hal yang sama di sana.

Paling aku tahu satu hal tentangmu, saat adzan berkumandang, engkau sedang menggelar sajadah dan menghadap kiblat yang sama denganku ; berdoa, dan boleh jadi doa-doa kita pun bersahutan di langit.

Amin.

 

***

Repost from IG @nin.fl

Liburan Lebaranku

IMG20160707124128.jpg

Liburan lebaran sering dimanfaatkan banyak orang untuk kumpul bersama keluarga, temu-kangen, salam-salaman (mohon maaf lahir dan batin), mudik, rekreasi, dan hal lainnya yang sekiranya membuat kita bahagia dalam menyambut hari kemenangan ini hari raya Idul Fitri.

Tiap orang juga pasti punya agenda/kebiasaan sendiri untuk mengisi liburan lebaran tersebut. Termasuk aku. Momen sakral lebaran seperti ini pasti sangat ditunggu-tunggu. Berikut ini adalah beberapa agenda, momen, dan kebiasaan rutin liburan lebaranku.

1. Mudik

Bagi para perantau yang mengais rezeki/bekerja di luar daerah (di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya) pasti di momen liburan lebaran ini mereka pada mudik ke kampung halamannya masing-masing. Aku juga termasuk bagian dari mereka, para perantau. Aku mudik dari Jakarta ke Brebes naik motor.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya (cerita sebelumnya : Perjalananku, Mudikku), tahun ini (2017) aku juga mudik pakai motor. Aku mudik bareng temen-temenku : Kiki, Dedi, dan Towi. Alhamdulillah, pelan tapi pasti, akhirnya kami sampai juga ke kampung halaman kami, Brebes Berhias, dengan jarak 323 KM.

19367781_138207200088339_6669053311162777600_n.jpg

Menurutku perjalanan mudik kali ini rada mending daripada tahun kemarin yang penuh dengan kemacetan. Perjalanan dari Jakarta ke Brebes kali ini memakan waktu sampai dengan 20 jam (berangkat jam 10 malam sampe jam 6 maghrib), padahal ngga terlalu macet, tapi karena aku banyak istirahatnya (tidur sejenak), sholat shubuh, jum’atan, dan sholat ashar, ditambah istirahat ngisi bensin. Tahun sebelumnya malah memakan waktu 22 jam. Sedangkan jarak tempuh dari Brebes-Jakarta hanya 11 jam, lebih cepat dari jarak tempuh mudik ke kampung.

Salut buat para polisi, jajaran petugas jalan, serta masyarakat setempat yang senantiasa stand by mengatur lalu lintas, menyediakan rest area di sepanjang perjalanan (baik mudik ke kampung, maupun mudik balik ke Jakarta), check point, control/stand bengkel motor, bahkan ada pula yang menyediakan makanan dan minuman gratis di posko/rest area tertentu.

2. Salam-Salaman

Setelah sampai di rumah, biasanya aku main ke rumah embah/eyang (dari pihak Ibuku), terus ke saudara yang lainnya untuk sekedar nanya kabar.

IMG_2962.JPGPasca sholat ied, biasanya aku dan keluargaku juga kembali main ke rumah eyang, saudara, dan keliling-keliling tetangga untuk bersalaman, mohon maaf lahir batin.

3. Ziarah/Tahlil

Setelah kegiatan salam-salaman dirasa cukup, kami sekeluarga ziarah ke makam eyang (dari pihak Ayah) untuk mengadakan tahlil bersama. Sebelumnya, keluarga/saudara yang lain juga naburin bunga dan wangi-wangian di atas makan eyang.

4. Jujug-Jujug

Jujug-jujug (Bahasa Jawa) berarti antar-mengantar. Maksudnya adalah anter-mengantar parsel, atau oleh-oleh, atau kue lebaran lainnya ke saudara yang lebih tua.

19429481_1522350941172427_600706783287181312_n.jpg

Biasanya kalo jujug-jujugnya sama anaknya/anak kecil, pasti anak kecil tersebut dikasih pecingan/uang dari pihak yang dikasih parsel. Ya, anggap aja itu sebagai rasa terima kasih karena udah nganter oleh-oleh.

Dulu, aku juga pernah ngerasain dikasih uang lebaran begitu dari eyang, pade-bude, tante-om, Pak Lik-Bu Lik, dan saudara lainnya. Sekarang karena aku udah kerja, gantian aku yang ngasih uang lebaran (meskipun tak seberapa) ke anak-anak saudara dari keluargaku

5. Halal bi Halal

Kegiatan ini sudah  jadi tradisi di keluarga besarku di Brebes. Baik dari keluarga dari pihak Ibu maupun dari pihak Ayah semua ngadain Halal bi Halal keluarga, paling cuma harinya saja yang beda. Acara tersebut bertujuan untuk salam-salaman dan saling memaafkan, temu-kangen, sharing kabar dan info lain, serta kepentingan keluarga lainnya.

IMG_8427.JPG

Untuk tempat penyelenggaraan acara digilir dan diundi dengan sistem iuran 40rb per keluarga. Demikian pula dengan pengisi acaranya, digilir bergantian. Tahun ini aku dapat giliran untuk memimpin tahlil. Sebelumnya aku juga udah pernah jadi MC, sambutan tuan rumah, dan ngaji. Dengan adanya pergantian giliran petugas acara semoga bisa jadi pembelajaran bagi anggota keluarga agar berpengalaman mengisi acara, entah itu sebagai MC (Pembawa Acara), sambutan panitia, sambutan tuan rumah, pembaca ayat suci Al-Qur’an, sholawat, tahlil, kultum atau mau’idzoh hasanah,  maupun pembaca do’a penutup.

6. Jalan-Jalan

IMG_20170218_203342_434.jpg

Biasanya kalo ada waktu longgar keluarga kami ngadain jalan-jalan, itu pun ke tempat yang dekat dan yang terjangkau saja. Kadang kami pergi ke Pantai (Randu Sanga, Pantai Alam Indah-Tegal, Purwahamba), atau Guci, atau ke Alun-Alun Brebes, Alun-Alun Tegal, atau sekedar jalan-jalan ke Mall nemenin saudara beli kebutuhan/sesuatu atau untuk kuliner. Kadang aku juga jalan-jalan sama temen. Setidaknya dengan jalan-jalan ini bisa ngilangin BT, melepas penat, dan menghibur hati.

7. Lain-Lain

Hal lain yang dimaksud adalah selain dari poin 1 sampai 6. Hal tersebut bisa termasuk beres-beres rumah, nonton film di TV (kalo ada yang belum ditonton) atau laptop, baca novel, santai, chatting/sharing sama temen-temen, ngeblog, dan sebagainya.

Ada juga hal lain yang aku tambahkan dalam liburan lebaran kali ini, yaitu latihan nyetir mobil. Sebelumnya aku udah pernah latihan mobil sekali di pinggir pantai (Randu Sanga-Brebes) sama Ayahku, itu pun cum sebentar, sekitar 2 tahunan yang lalu. Kali ini, mumpung Om ku yang di Rengasbandung-Brebes lagi rada longgar, jadi aku minta Om nemenin aku latihan nyetir mobil.

19533813_400809150313797_9215247960185503744_n.jpg

Aku latihan nyetir mobil (Sedan-Timor) di lapangan Jatibarang-Brebes. Step pertama, Om ngenalin segala widget/kontrol/kendali mobil untuk menjalankan mobil. Mulai dari rem tangan, kontak starter, pedal kopling, pedal rem, dan pedal gas.

Selanjutnya, secara perlahan, aku mulai menjalankan mobil dengan hati-hati (pakai gigi 1) memutari lapangan dengan track membentuk huruf O. Setelah dirasa cukup menye, Om nyuruh nyoba naikin pake gigi 2.

Malemnya, aku latihan mobil lagi di jalanan desa Lengkong-Brebes (desaku), sekitar jam 11 malam, biar lalu lintas rada sepi. Kata Om, latihan nyetir langsung di jalanan desa biar bisa menyesuaikan kelok-kelok jalan, dan biar bisa ngira-ngira kalo ada kendaraan di samping (kanan-kiri, depan-belakang) biar pas.

Setelah dirasa cukup, aku disuruh latihan parkir mundur untuk memutarkan mobil. Tapi di step ini aku masih kagok, ngira-ngira mundurnya kurang pas. Karena jarak parkir jalan di desaku juga rada sempit, jadi kata Om nanti gampang dilanjut lagi di jalanan yang lebih luas untuk latihan mundur/parkir.

Tapi (alhamdulillah), setidaknya dengan latihan singkat tersebut dikit-dikit aku udah bisa nyetir mobil, meskipun masih pake gigi 1 dan 2 dan belum bisa parkir. Hehehe. Semoga ke depannya bisa lancar. Amin!

Sebenarnya ada satu lagi hal yang aku kangenin kalo lagi di kampung, yaitu masakan mama dan makan makanan yang ada di desa. Yang aku kangenin dari masakan mama yaitu aneka ragam masakan tempe. Karena aku suka tempe, jadi hampir tiap hari aku dimasakin beragam masakan tempe, kadang dimasak jadi oreg-tempe, tempe kukus warna kuning, tempe kecap campur mie goreng, tempe kecap campur ayam goreng, dan lainnya. Pokoknya enak deh. Hehehe.

Kalo yang aku kangenin dari makanan yang ada di desa adalah rujak (sayuran). Kalo di Jakarta mungkin istilah rujak dipake untuk rujak buah. Tapi kalo di desaku, istilah rujak dipake untuk rujak sayuran yang isinya kangkung, timun, kol, tauge, kacang panjang, dan kadang juga ada parenya. Kedua makanan tersebut itulah yang aku kangenin kalo aku pulang kampung (di Brebes). Hehehe

***

 

Itulah beberapa agenda, momen, dan kebiasaan rutin liburan lebaranku. Nah, sekarang apa momen spesial libur lebaran kalian? 😀

***

 

Oya, sebagai penutup…. Aku mengucapkan : “Selamat Idul FItri, Mohon Maaf Lahir dan Batin”. (Arif Erha)

 

@PBR, 3 Juli 2017