Jatuh Cinta?

jatuhcinta

Waktu itu aku pernah baca status adik kelasku (cewe berinisial F, sebut saja namanya Faizah) di BBM. Begini statusnya : “Bagaimana rasanya didiamkan seseorang yang dulunya begitu gigih memperjuangkan? Dan bagaimana rasanya ditinggalkan orang yang dulunya tulus mencintaimu?”. Aku pun iseng mengomentari statusnya.

A : “Wew…. Dalem banget….”

F : “Hahaha. Kenapa Ka?”

A : “Ngga apa-apa. Hehe. Bukannya jawaban status itu ada di hati Ade?

F : “Hehe. Iya, bener. Aku liat mantanku yang dulu telah berpacaran dengan orang lain. Karena itu aku bikin status itu Ka.”

A : “Wah… Terus gimana perasaan ade sekarang tau mantannya udah pacaran lagi?”

F : “Lucu aja. Dulu dia pernah mengatakan sayang-sayangan sama aku. Tapi putus, terus sama orang lain. Sekarang aku tau kalo dia bukan orang baik untukku”.

A : “Hmmm, gitu. Sabar ya De”.

F : “Hehe, iya ngga apa-apa. Malah aku bersyukur.

A : “Bagus deh. Semoga beneran ngga apa-apa. Ambil sisi positifnya aja. Setiap kejadian pasti ada alasan dan hikmahnya.”

F : “Pasti. Insya Allah aku bisa termua semuanya dengan lapang dada. Kelak ketika aku cukup tersenyum dan menghampirinya laku aku akan mengenalkan seseorang yang sedang kugandeng dan pastinya yang kugandeng jauh lebih baik darinya.”

A :  “Oke, good. Amin!”

F : “Oya, Kakak sebelumnya pernah pacaran ngga sih? Ko kayaknya aku liat foto-foto Ka di medsos banyak sendiriannya? Jarang foto sama cewe.

A : “Belum pernah,” jawabku.

F : “Ah, masa sih? Aku ngga percaya!”

A : “Beneran ko. Tapi kalo jatuh cinta mah pernah.”

F : “Lha, apa bedanya pacaran sama jatuh cinta?”

A : “Ya beda lah, kalo pacaran kan punya rasa ingin memiliki. Tapi kalo jatuh cinta kan cuma biasa aja, sukanya diem-diem, ngga harus memililiki, ngga harus diungkapkan karena ada alasan tertentu.”

F : “Emang Ka pernah jatuh cintanya kayak gimana?”

A : “Ya suka biasa aja, deket, saling kagum, perhatian, misal sama sahabat gitu, atau kayak nganggap adik-kakak angkat gitu.”

F : “Oh, berarti kaya friendzone gitu ya, lebih nyaman dan akrab sebagai sahabat”.

A : “Ya gitu deh. Meskipun kadang juga Ka kebawa cemburu kalo ada yang suka sama dia. Tapi mau gimana lagi, sebagai sahabat Ka pasti doakan yang terbaik buat dia.”

F : “Hahaha. Sabar ya Ka.”

A : “Iya, makasih”.

***

 

Dari penggalan chatting tersebut, jadilah kita saling membalas chatting berikutnya. Pertanyaan tentang perbedaan pacaran dan jatuh cinta pun membawaku ke pengalaman masa lalu.

F : “Emang sebelumnya Ka ngga pernah nembak cewe langsung gitu?”

A : “Pernah sih sekali, ke temen deket sekelas kampus Ka, di awal-awal kuliah.”

F : “Terus jawabannya gimana? Diterima ngga?”

A : “Hmmm, jawabannya bikin Ka tobat”.

F : “Lha, emang kenapa jawabannya?”

A : “Kan awalnya Ka bilang gini : ‘Boleh ngga aku suka sama kamu?’ Terus Dia jawab : ‘Boleh aja sih. Tapi kayaknya aku bukan orang yang pantas buat kamu’. Terus dikasih kutipan hadits gitu. Kalo ga salah yang artinya begini : ‘Kalo mau mencintai orang lain, cintai diri sendiri dulu’. Setelah ngejelasin hadits dia juga bilang : ‘Saya menghormati orang yang suka sama saya, tapi maaf saya belum mau pacaran dulu, karena masih kuliah, jadi maaf ya, kita temenan aja’. Gitu.

F : “Wah… Sabar Ka, haha. Dramatis! Tapi dari jawaban cewe tadi sangat mudah dibaca bagaimana keperibadian cewe tersebut. Kayaknya cewe itu alim gitu ya?”

A : “Ya iyalah. Orang yang Ka suka itu anaknya ustadz, anaknya pinter, pinter qori juga, IPK tiap semesternya juga hampir di atas 3 koma terus. Aku mah apa atuh.”

F : “Oalah… Pantesan. Terus persanaan Dia sama Ka gimana?””

A : “Awalnya dia juga bilang rada ngga enakan sih sama Ka, karena secara ngga langsung kan sebenernya dia nolak. Tapi ya mau gimana lagi, namanya cuma temen ya mesti tetep saling komunikasi dan support yang terbaik. Alhamdulillah sih sampe saat ini Ka masih berteman sama dia. Meskipun sekarang dia udah bersuami dan punya anak.”

F : “Syukurlah kalo gitu.  Sabar ya Ka. Ambil hikmahnya dari apa yang telah terjadi.”

A : “Iya De, sejak saat itu Ka belum pernah nembak cewe lagi. Kalo suka ya cuma biasa aja, sebatas temenan. Dari jawaban cewe itu mungkin (bertujuan) mengingatkan Ka biar belajar lebih sabar lagi agar menata dan mempersiapkan diri untuk orang yang pas suatu saat nanti.”

F : “Oke, good. I’m glad your doing so well!” J

A : “Makasih De. Maaf jadi kebawa curhat.”

F : “Iya, ngga apa Ka.”

A : “Oya, menurut kamu, orang kaya Ka cemen ngga sih? Kalo suka ngga cuma diem-diem aja.”

F : “Ko cemen sih. Engga lah, aku lebih suka yang kaya gitu. Untuk apa nembak atau ngungkapin perasaan sebelum waktunya. Lebih baik menata diri, memantaskan dan mempersiapkan diri.”

A : “Iya, Ka kalo suka emang lebih dipendem aja, sambil introspeksi diri.”

F : “Sebelum mengungkapkan dan pilih seseorang yang bener-bener bisa mendamingi dan mengajak pada kebaikan. Bukan hanya orang yang disukai atau yang hanya terlihat cantik/ganteng di wajah doang, tapi di hatinya juga.“

A : “Iya, bener. Ka juga pengennya gitu. Kan cinta bukan cuma kata-kata I love you aja, tapi perjuangan dan komitmennya diseriusin ke jenjang yang halal.”

F : “Sebaik-baik kekasih yaitu dia yang memperjuangkan secara diam-diam, dalam doa, dalam kerja, dalam karya, dan dalam keyakinan sama Allah. Dia ingin mendekat tapi bersabar. Ia ingin menyapa tapi bersabar. Ia ingin bertemu tapi bersabar. Bersabar lagi dan lagi. Sebab ia sudah merasakan betapa manisnya bersabar, betapa nikmatnya berharap hanya kepada Allah. Perasaan itu fitrah, tapi kesetiannya proses dan biarkan pertemuan ini berproses di jalan kebaikan. Tak apalah jika tak sampai pada dia… Tugas kita hanya berjalan, bukan sampai.”

A : “Iya bener De. Yang penting kita tetep berusaha, berdoa, memperbaiki dan memantapkan diri.”

F : “Semoga jika pun akhirnya kita tidak sampai pada dia yang sedang diperjuangkan, di tengah proses ini kita dipertemukan dengan seseorang yang lebih baik. Siapa? Seseorang yang barangkali saat ini sedang memperjuangkanmu secara diam-diam.”

A : “Amin ya Allah. Doa yang sama pula untuk Ade. Makasih ya.”

F : “Amin. Iya, sama-sama Ka.”     

***

 

Ngobrolon jatuh cinta emang ngga bakal ada ujungnya. Tiap orang pasti pernah ngalamin yang namanya jatuh cinta dengan caranya masing-masing. Ada yang berpacaran, HTS-an, ade-kakak-an, sebagai sahabat, friendzone  atau sejenisnya, atau hanya suka secara diam-diam (sambil memperbaiki diri), atau jatuh cinta (langsung) ke level yang serius sampai jenjang pernikahan.

Apapun dan bagaimana pun proses jatuh cinta yang pernah kita alami telah mengajarkan kita supaya tetap menghargai perasaan hati kita sendiri ; suka-duka, senang-sedih, bahagia-susah, cemburu, kecewa, marah, benci, serta perasaan hati lainnya.

Seperti kutipan Tere Liye tentang Jatuh Cinta dalam novel Hujan.

“Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh, di dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian”. (255, Hujan – Tere Liye)

“Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.” (256, Hujan – Tere Liye)

***

 

Oleh : Arif Erha

@PBR, 18 Juli 2017

 

Penantian dalam Doa

Doa_Muslim_Muslimah.jpg

Ada banyak orang yang memilih bersama sebelum waktunya, menjalin kasih, melontar perhatian dan mamerkan kemesraan. Padahal berkumandang kata halal pun belum bertabuk.

Akan tetapi aku, juga semoga dirimu, memilih bersama memadu kasih pada waktu yang semestinya. Hal ini memang meletihkan, melelahkan, bahkan tak jarang mengundang air mata. Sebab ada sepi, ada rindu, ada harap, juga ada cemburu yang menggelayut di langit hati.

Aku memang belum mengenalmu. Tapi orang bilang jodoh adalah cerminan dari apa yang aku lakukan. Boleh jadi kau lakukan hal yang sama di sana.

Paling aku tahu satu hal tentangmu, saat adzan berkumandang, engkau sedang menggelar sajadah dan menghadap kiblat yang sama denganku ; berdoa, dan boleh jadi doa-doa kita pun bersahutan di langit.

Amin.

 

***

Repost from IG @nin.fl

Ada banyak orang yang memilih bersama sebelum waktunya, menjalin kasih, melontar perhatian dan memamerkan kemesraan padahal berkumandang kata halalpun belum bertabuk. Akan tetapi aku, juga semoga dirimu. Memilih bersama memadu kasih pada waktu yang semestinya. Hal ini memang meletihkan, melelahkan, bahkan tak jarang mengundang air mata. Sebab ada sepi, ada rindu, ada harap juga ada cemburu yang menggelayut dilangit hati. Aku memang belum mengenalmu, tapi orang bilang jodoh adalah cerminan diri. Apa yang aku lakukan, boleh jadi kau lakukan hal yang sama disana. Paling aku tahu satu hal tentangmu, saat adzan berkumandang engkau sedang menggelar sajadah dan menghadap kiblat yang sama denganku, berdo'a dan boleh jadi do'a do'a kitapun bersahutan di langit 🌹

A post shared by Nindy Febrya Lorenza (@nin.fl) on

Ada banyak orang yang memilih bersama sebelum waktunya, menjalin kasih, melontar perhatian dan memamerkan kemesraan padahal berkumandang kata halalpun belum bertabuk. Akan tetapi aku, juga semoga dirimu. Memilih bersama memadu kasih pada waktu yang semestinya. Hal ini memang meletihkan, melelahkan, bahkan tak jarang mengundang air mata. Sebab ada sepi, ada rindu, ada harap juga ada cemburu yang menggelayut dilangit hati. Aku memang belum mengenalmu, tapi orang bilang jodoh adalah cerminan diri. Apa yang aku lakukan, boleh jadi kau lakukan hal yang sama disana. Paling aku tahu satu hal tentangmu, saat adzan berkumandang engkau sedang menggelar sajadah dan menghadap kiblat yang sama denganku, berdo'a dan boleh jadi do'a do'a kitapun bersahutan di langit 🌹

A post shared by Nindy Febrya Lorenza (@nin.fl) on

Liburan Lebaranku

IMG20160707124128.jpg

Liburan lebaran sering dimanfaatkan banyak orang untuk kumpul bersama keluarga, temu-kangen, salam-salaman (mohon maaf lahir dan batin), mudik, rekreasi, dan hal lainnya yang sekiranya membuat kita bahagia dalam menyambut hari kemenangan ini hari raya Idul Fitri.

Tiap orang juga pasti punya agenda/kebiasaan sendiri untuk mengisi liburan lebaran tersebut. Termasuk aku. Momen sakral lebaran seperti ini pasti sangat ditunggu-tunggu. Berikut ini adalah beberapa agenda, momen, dan kebiasaan rutin liburan lebaranku.

1. Mudik

Bagi para perantau yang mengais rezeki/bekerja di luar daerah (di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya) pasti di momen liburan lebaran ini mereka pada mudik ke kampung halamannya masing-masing. Aku juga termasuk bagian dari mereka, para perantau. Aku mudik dari Jakarta ke Brebes naik motor.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya (cerita sebelumnya : Perjalananku, Mudikku), tahun ini (2017) aku juga mudik pakai motor. Aku mudik bareng temen-temenku : Kiki, Dedi, dan Towi. Alhamdulillah, pelan tapi pasti, akhirnya kami sampai juga ke kampung halaman kami, Brebes Berhias, dengan jarak 323 KM.

19367781_138207200088339_6669053311162777600_n.jpg

Menurutku perjalanan mudik kali ini rada mending daripada tahun kemarin yang penuh dengan kemacetan. Perjalanan dari Jakarta ke Brebes kali ini memakan waktu sampai dengan 20 jam (berangkat jam 10 malam sampe jam 6 maghrib), padahal ngga terlalu macet, tapi karena aku banyak istirahatnya (tidur sejenak), sholat shubuh, jum’atan, dan sholat ashar, ditambah istirahat ngisi bensin. Tahun sebelumnya malah memakan waktu 22 jam. Sedangkan jarak tempuh dari Brebes-Jakarta hanya 11 jam, lebih cepat dari jarak tempuh mudik ke kampung.

Salut buat para polisi, jajaran petugas jalan, serta masyarakat setempat yang senantiasa stand by mengatur lalu lintas, menyediakan rest area di sepanjang perjalanan (baik mudik ke kampung, maupun mudik balik ke Jakarta), check point, control/stand bengkel motor, bahkan ada pula yang menyediakan makanan dan minuman gratis di posko/rest area tertentu.

2. Salam-Salaman

Setelah sampai di rumah, biasanya aku main ke rumah embah/eyang (dari pihak Ibuku), terus ke saudara yang lainnya untuk sekedar nanya kabar.

IMG_2962.JPGPasca sholat ied, biasanya aku dan keluargaku juga kembali main ke rumah eyang, saudara, dan keliling-keliling tetangga untuk bersalaman, mohon maaf lahir batin.

3. Ziarah/Tahlil

Setelah kegiatan salam-salaman dirasa cukup, kami sekeluarga ziarah ke makam eyang (dari pihak Ayah) untuk mengadakan tahlil bersama. Sebelumnya, keluarga/saudara yang lain juga naburin bunga dan wangi-wangian di atas makan eyang.

4. Jujug-Jujug

Jujug-jujug (Bahasa Jawa) berarti antar-mengantar. Maksudnya adalah anter-mengantar parsel, atau oleh-oleh, atau kue lebaran lainnya ke saudara yang lebih tua.

19429481_1522350941172427_600706783287181312_n.jpg

Biasanya kalo jujug-jujugnya sama anaknya/anak kecil, pasti anak kecil tersebut dikasih pecingan/uang dari pihak yang dikasih parsel. Ya, anggap aja itu sebagai rasa terima kasih karena udah nganter oleh-oleh.

Dulu, aku juga pernah ngerasain dikasih uang lebaran begitu dari eyang, pade-bude, tante-om, Pak Lik-Bu Lik, dan saudara lainnya. Sekarang karena aku udah kerja, gantian aku yang ngasih uang lebaran (meskipun tak seberapa) ke anak-anak saudara dari keluargaku

5. Halal bi Halal

Kegiatan ini sudah  jadi tradisi di keluarga besarku di Brebes. Baik dari keluarga dari pihak Ibu maupun dari pihak Ayah semua ngadain Halal bi Halal keluarga, paling cuma harinya saja yang beda. Acara tersebut bertujuan untuk salam-salaman dan saling memaafkan, temu-kangen, sharing kabar dan info lain, serta kepentingan keluarga lainnya.

IMG_8427.JPG

Untuk tempat penyelenggaraan acara digilir dan diundi dengan sistem iuran 40rb per keluarga. Demikian pula dengan pengisi acaranya, digilir bergantian. Tahun ini aku dapat giliran untuk memimpin tahlil. Sebelumnya aku juga udah pernah jadi MC, sambutan tuan rumah, dan ngaji. Dengan adanya pergantian giliran petugas acara semoga bisa jadi pembelajaran bagi anggota keluarga agar berpengalaman mengisi acara, entah itu sebagai MC (Pembawa Acara), sambutan panitia, sambutan tuan rumah, pembaca ayat suci Al-Qur’an, sholawat, tahlil, kultum atau mau’idzoh hasanah,  maupun pembaca do’a penutup.

6. Jalan-Jalan

IMG_20170218_203342_434.jpg

Biasanya kalo ada waktu longgar keluarga kami ngadain jalan-jalan, itu pun ke tempat yang dekat dan yang terjangkau saja. Kadang kami pergi ke Pantai (Randu Sanga, Pantai Alam Indah-Tegal, Purwahamba), atau Guci, atau ke Alun-Alun Brebes, Alun-Alun Tegal, atau sekedar jalan-jalan ke Mall nemenin saudara beli kebutuhan/sesuatu atau untuk kuliner. Kadang aku juga jalan-jalan sama temen. Setidaknya dengan jalan-jalan ini bisa ngilangin BT, melepas penat, dan menghibur hati.

7. Lain-Lain

Hal lain yang dimaksud adalah selain dari poin 1 sampai 6. Hal tersebut bisa termasuk beres-beres rumah, nonton film di TV (kalo ada yang belum ditonton) atau laptop, baca novel, santai, chatting/sharing sama temen-temen, ngeblog, dan sebagainya.

Ada juga hal lain yang aku tambahkan dalam liburan lebaran kali ini, yaitu latihan nyetir mobil. Sebelumnya aku udah pernah latihan mobil sekali di pinggir pantai (Randu Sanga-Brebes) sama Ayahku, itu pun cum sebentar, sekitar 2 tahunan yang lalu. Kali ini, mumpung Om ku yang di Rengasbandung-Brebes lagi rada longgar, jadi aku minta Om nemenin aku latihan nyetir mobil.

19533813_400809150313797_9215247960185503744_n.jpg

Aku latihan nyetir mobil (Sedan-Timor) di lapangan Jatibarang-Brebes. Step pertama, Om ngenalin segala widget/kontrol/kendali mobil untuk menjalankan mobil. Mulai dari rem tangan, kontak starter, pedal kopling, pedal rem, dan pedal gas.

Selanjutnya, secara perlahan, aku mulai menjalankan mobil dengan hati-hati (pakai gigi 1) memutari lapangan dengan track membentuk huruf O. Setelah dirasa cukup menye, Om nyuruh nyoba naikin pake gigi 2.

Malemnya, aku latihan mobil lagi di jalanan desa Lengkong-Brebes (desaku), sekitar jam 11 malam, biar lalu lintas rada sepi. Kata Om, latihan nyetir langsung di jalanan desa biar bisa menyesuaikan kelok-kelok jalan, dan biar bisa ngira-ngira kalo ada kendaraan di samping (kanan-kiri, depan-belakang) biar pas.

Setelah dirasa cukup, aku disuruh latihan parkir mundur untuk memutarkan mobil. Tapi di step ini aku masih kagok, ngira-ngira mundurnya kurang pas. Karena jarak parkir jalan di desaku juga rada sempit, jadi kata Om nanti gampang dilanjut lagi di jalanan yang lebih luas untuk latihan mundur/parkir.

Tapi (alhamdulillah), setidaknya dengan latihan singkat tersebut dikit-dikit aku udah bisa nyetir mobil, meskipun masih pake gigi 1 dan 2 dan belum bisa parkir. Hehehe. Semoga ke depannya bisa lancar. Amin!

Sebenarnya ada satu lagi hal yang aku kangenin kalo lagi di kampung, yaitu masakan mama dan makan makanan yang ada di desa. Yang aku kangenin dari masakan mama yaitu aneka ragam masakan tempe. Karena aku suka tempe, jadi hampir tiap hari aku dimasakin beragam masakan tempe, kadang dimasak jadi oreg-tempe, tempe kukus warna kuning, tempe kecap campur mie goreng, tempe kecap campur ayam goreng, dan lainnya. Pokoknya enak deh. Hehehe.

Kalo yang aku kangenin dari makanan yang ada di desa adalah rujak (sayuran). Kalo di Jakarta mungkin istilah rujak dipake untuk rujak buah. Tapi kalo di desaku, istilah rujak dipake untuk rujak sayuran yang isinya kangkung, timun, kol, tauge, kacang panjang, dan kadang juga ada parenya. Kedua makanan tersebut itulah yang aku kangenin kalo aku pulang kampung (di Brebes). Hehehe

***

 

Itulah beberapa agenda, momen, dan kebiasaan rutin liburan lebaranku. Nah, sekarang apa momen spesial libur lebaran kalian? 😀

***

 

Oya, sebagai penutup…. Aku mengucapkan : “Selamat Idul FItri, Mohon Maaf Lahir dan Batin”. (Arif Erha)

 

@PBR, 3 Juli 2017

 

Zizou Is Unico

crop_ffa9d2394f304373082d5781d96cc21e.jpg

Real Madrid kembali berpesta dengan meraih gelar Liga Champions ke-12 atau duodecima. Mereka menegaskan sebagai klub tersukses di Eropa dan mencatata sejarah, setelah mengalahkan Juventus, Sabtu (3/6) malam atau minggu dini hari WIB. Sukses Los Blancos tak lepas dari kehadiran sosok pelatih Zinedine Zidane.

Zizou es Unico. Zidane pelatih dengan pencapaian unik. dalam perayaan di Cardiff, sikapnya tampak tenang. Dia tidak mau terlihat lebih menonjol dibanding pemainnya yang memang tampak begitu gembira. Pers Eropa kemudian menilai sikap ini dengan komentarnya dalam konferensi pers setelah laga berakhir. “Merekalah yang akhirnya bertarung di lapangan dengan semua kemampuan,” kata Zidane.

Bahkan, Zidane juga menyatakan keberhasilan Liga Champions justru tidak lebih hebat daripada La Liga. “Di La Liga, dan saya baru bisa memastikan kami juara di pekan terakhir (38),” ucap Zidane. “Namun, tentu saja, trofi Liga Champions ini tetap Spesial.”

Dalam perayaan di lapangan itu pula, Zidane mencoba membuat pemainnya bahagia. Saat James Rodriguez, pemain yang tidak diturunkan di final, melewatinya begitu saja, Zidane memanggilnya, bersalaman, dan memeluk gelandang asal Kolombia itu.

“Yang kurang dari sukses ini, saya tidak bisa menurunkan beberapa pemain. Namun, yang terpenting, mereka tetap bersama kami, bagian dari Madrid,” kata Zidane.

Yang pasti, pria 44 tahun asal Prancis ini telah memecahkan segala rekor sebagai pelatih. Selama 1,5 musim menangani Madrid, Zidane merah dua Liga Champions.

Ia memang bukan satu-satunya pelatih yang meraih gelar ini beruntun. Namun, Zidanelah pelatih pertama yang melakukannya di era Liga Champions. Di era Liga Champions yang dimulai sejak 1992/1993 (sebelumnya Piala Champions), sebelum Zidane, tidak ada tim atau pelatih mana pun yang mampu juara beruntun.

Sejak ditunjuk menangani Madrid pada Januari 2016, Zidane memang telah menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih. Meski hanya memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih atau pelatih di tim muda, namun Zidane menghadirkan beragam prestasi. Raihan itu akan terus bertambah mengingat kontraknya yang masih berlaku hingga akhir musim depan.

Kini, Los Blancos kian berada di garis terdepan sepak bola Eropa bahkan dunia. Zidane menggunakan formula  yang terbukti manjur hingga saat ini, merotasi pemain dan mempertahankan agar mereka berada dalam performa terbaik. meski dihuni sederet pemain bintang, namun tak ada masalah baginya untuk meracik formula.

Zidane juga telah berhasil memaksimalkan kemampuan terbaik seluruh pemain, baik di tim utama ataupun pelapis. Salah satu kelebihan Zidane adalah keberhasilannya mengurangi menit Cristiano Ronaldo. Berkat andil Zidane, pemain asal Portugal tiba dalam momen-momen penting dalam kondisi terbaiknya.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa saya yang terbaik. Saya hanya dapat mengatakan menyukai sepak bola dan sedang bekerja keras,” kata Zidane.

***

 

Zizou muncul sebagai pemenang karena berhasil mengelola banyaknya pemain bintang, menerapkan rotasi, mempertahankan pilihannya dan memberikan kesempatan kepada pemain yang pantas untuk tampil.

Berikut ulasan Marca terkait 10 keputusan juru taktik pelatih 44 tahun tersebut yang berbuah banyak gelar.

1. Rotasi Besar-Besaran

14052533_572173279637107_560163044_n.jpg

Zidane mengerti bahwa cara terbaik untuk menjalani dua kompetisi adalah dengan mengombinasikan para pemain utama dan pengganti. Termasuk mengadakan perubahan total antara tim yang bermain di Liga Spanyol dan Liga Champions. Misalnya, pada pertandingan keempat terakhir, Zidane tak memainkan 10 pemain utamanya. Pun pada laga ketiga terakhir, Marcelo, Modric, Casemiro, Isco dan Benzema tak bermain. Bahkan musim ini ada istilah “Madrid A” dan “Madrid B” yang keduanya memiliki kualitas tak berbeda jauh.

2. Persiapan Fisik

14952141630735.jpg

Orang pertama yang direkrut Zidane pada musim panas lalu adalah Antonio Pintus. Itulah satu-satunya Staf kepelatihan yang diboyong olehnya. Dan hal itu terbukti menentukan. Tersingkirnya tim ini di Piala Raja dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik pada tengah minggu (apabila tak ada pertandingan Liga Champions).

3. Mengatasi Cedera Pemain dengan Baik

akurat_20170425_T219S7.jpg

Sebenarnya musim ini cukup banyak dari para pemain utama Madrid yang menderita cedera. Mulai dari Keylor Navas, Gareth Bale, Modric, Sergio Ramos, Casemiro, Dani Carvajal, Toni Kroos, hingga Raphael Varane. Hanya Benzema, Ronaldo, dan Marcelo yang “bebas dari cedera”. Hubungan zidane dengan tim layanan medis pun tak dapat dikatakan baik. Karena kasus kekambuhan cedera dari para pemain telah mengurangi kepercayaannya terhadap tim medis. Namun hal itu tak menjadi masalah di tim ini karena sang pelatih mampu memberikan pilihan tepat dalam menutup lubang yang ditinggalkan oleh pemain yang cedera.

4. Kekeuh Andalkan Navas

Setelah menjalani operasi pada 9 Juni, Keylor Navas tak menunjukkan permainan terbaiknya pada putaran pertama. Tetapi zidane tetap mempertahankan kepercayaannya terhadap kiper asal Kosta Rika itu. Padalah fans juga sempat mengkritik keputusan ini. Dan akhirnya Navas kembali menunjukkan permainan terbaiknya pada periode yang menentukan.

5. Mampu “Mendinginkan” James  

Satu-satunya masalah individu yang dialami tim ini adalah James Rodriguez. Setelah Piala Dunia Antar Klub, sang pemain nyaris pergi di bulan Januari. Tetapi Zidane mampu mengendalikan hal itu dan pemain asal Kolombia itu kembali menjalani perannya sebagai pemain pengganti. Meskipun sempat menjadi starter pada 8 dari 14 laga terakhir sekaligus menciptakan 7 gol.

6. Memaksimalkan Benzema-Morata

hi-res-c3d6d9a539d8dee1cd7bac552f7999f7_crop_north.jpg

Tak mudah menjaga hubungan Benzema dan Morata agar tetap baik. Morata telah memainkan 26 pertandingan (1.331 menit) dan menciptakan 14 gol. Sedangkan Benzema telah memainkan 29 laga (1.913 menit bermain) dan mencetak 11 gol. Dan yang terpenting Zidane mampu menentukan dengan tepat siapa yang bermain pada sebuah pertandingan.

7. Yakin dengan Danilo

Setelah Carvajal mengalami cedera, ada keraguan mengenai pemain yang menggantikannya. Danilo atau Nacho Fernandez? Namun sang pelatih memilih Danilo. “Jika pemain pengganti untuk bek kanan adalah Danilo, maka dialah yang harus bermain.” Itu adalah keputusan yang tepat pemain asal Brazil itu telah merespon dengan baik, meskipun di awal-awal kerap melakukan blunder, tapi di laga-laga berikutnya bermain cukup baik.

8. Peran Isco dan Asensio

1495191450_142560_1495193931_sumario_normal.jpg

Isco dan Asensio menjalani periode akhir musim sebagai “pemain pengganti yang sangat penting”. Zidane menurunkan keduanya pada beberapa laga sebagai starter meskipun berstatus “pemain pilihan kedua”. Tapi keduanya selalu memaksimalkan kesempatan bermain dengan baik.

9. Rencana Khusus Zidane untuk CR7

1972800-41451487-2560-1440.jpg

Strategi khusus bagi Cristiano Ronaldo telah dimulai sejak pertandingan melawan Las Palmas pada september lalu. Tepatnya ketika Zidane menarik sang pemain keluar pada menit ke-72. Zidane telah berhasil meyakinkan CR7 yang biasanya memainkan semua pertandingan ini untuk beristirahat pada laga-laga tertentu. Ronaldo tak bermain pada empat dari sembilan laga terakhir Liga Spanyol karena keputusan teknis. Alhasil saat dibutuhkan, bintang Portugal itu mampu mengeluarkan kemampuan maksimalnya, terutama di pekan-pekan terakhir La Liga (versus Sevilla, Valencia, dan Celta Vigo), perempat final (versus Bayern Munchen), semi final (versus Atletico Madrid), dan final Liga Champions (versus Juventus) 2017 ini.

10. Semangat Juang untuk Menang

soccer-time-5-comeback-terhebat-di-musim-2016-2017-Eoz27GySVh.jpg

Jika ada suatu hal yang ditanamkan kepada skuadnya, maka hal itu adalah rasa “haus kemenangan”. Musim ini bisa dibilang musim yang menegangkan bagi Madridista. Bagaimana tidak? Di semua ajang musim ini, Real Madrid mengalami 8 laga yang membuat senam jantung penontonnya. Laga-laga tersebut (versus Sevilla di Super Eropa 3-2  dan Copa Del Rey 3-3, versus Sporting Lisbon 2-1, versus Barcelona 1-1, versus La Coruna 3-2, versus Villareal 3-2, versus Las Palmas 3-2, versus Real Betis 2-1) Madrid hampir menelan kekalahan, meskipun ada yang sempat unggul, tapi Madrid tetap berjuang sampai menit akhir mampu melakukan comeback dan menghindari kekalahan dengan fantastis. Itulah semangat juang yang ditanamkan Zidane kepada semua pemainnya. “Banyak orang yang tidak menginginkan kami juara, tapi kami bertarung hingga akhir karena kami adalah Real Madrid,” ucap Marcelo.

18814269_667124663487158_8742184373690327986_n.jpg

Fakta bahwa Madrid telah memengangi dobel gelar musim ini (La Liga dan Liga Champions) adalah bukti terbaik dari Zidane.

18952995_670748186458139_5864498114264303476_n.png

Alhasil, dalam 516 hari melatih Madrid, Zidane telah mempersembahkan 5 trofi (2 Liga Champions, 1 La Liga, 1 Piala Super Eropa, dan 1 Piala Dunia Klub) untuk Real Madrid. Zizou Is Unico! Pelatih dengan pencapaian unik.

***

 

Referensi bacaan :

Top Skor, edisi 111, vol 13, Rabu 24 Mei 2017

Top Skor, edisi 119, vol 13, Senin 5 Juni 2017

 

Cristiano Ronaldo Legenda

600-Cristiano-Ronaldo-goals-12-records-696x464.png

Lagi-lagi Cristiano Ronaldo. Seperti halnya pada laga melawan Bayern Munchen dan Atletico Madrid di babak sebelumnya, pemain Portugal ini kembali menunjukkan dominasinya di Laga Final. Kali ini dirinya menciptakan dua gol untuk kemenangan 4-1 timnya atas Juventus, Sabtu (3/6) atau Minggu dini hari WIB. Dengan segala pencapaian yang telah diraihnya bersama klub maupun dalam hal individu, dirinya sangat layak dianggap sebagai seorang Legenda.

Benar kata Zidane perihal tak ada kualifikasi yang sanggup menggambarkan sosok Ronaldo. Tak salah pula sang pelatih menyebut pemainnya itu lebih baik ketimbang dirinya jika bermain pada era bersamaan di Madrid. Dengan tambahan dua gol di Stadion Millenium, CR7 menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini dengan 12 gol. Melampaui Lionel Messi dengan 10 gol.

Dengan ini, Ronaldo telah menjadi pencetak gol terbanyak pada lima edisi terakhir Liga Champions. Sejak 2012/2013 dirinya selalu mencetak minimal 10 gol di kompetisi ini. Pertama 12 gol pada 2012/2013, kemudian 17 gol di musim selanjutnya, 10 gol pada 2014/2015, dan 16 gol diciptakan pada musim lalu. Selain itu dirinya juga selalu berhasil menciptakan gol pada tiga final Liga Champions (2017/2008, 2013/2014, dan 2016/2017).

Gol pertama Roanaldo ke gawang Juventus berawal dari aksi Tono Kroos di sisi kiri yang diiringi Karim Benzema membuka ruang baginya. Serangan balik yang diawali oleh Kroos berakhir dengan umpan silang Dani Carvajal yang dimaksimalkan dengan baik oleh Ronaldo. Gol kedua tercipta setelah ia berhasil memanfaatkan umpan silang Luka Modric untuk memperdaya Gianluigi Buffon. Tambahan dua gol tersbeut membuatnya telah mencetak 106 gol di Liga Champions, dan 600 gol sepanjang kariernya (5 gol di Sporting Lisbon, 118 gol di Manchester United, 406 gol di Real Madrid, dan 71 gol di timnas Portugal).

C7y_5-_WkAAHOsf.jpg

Lebih spesial lagi tentunya penampilan apiknya membuat Los Blancos meraih gelar Liga Champions ke-12. Dan tentunya mematahkan kutukan tidak ada tim yang mampu menang secara berturut-turut sejak format baru. “Kami telah menyelesaikan musim ini dengan sangat baik. Sekali lagi musim ini menjadi musim bersejarah. Tim ini bermain mengesankan dan saya berada dalam kondisi sangat baik. Saya mempersiapkan diri dengan sangat baik demi fase final,” ucap Ronaldo usai laga.

Capture--700x363.png

Usai laga Ronaldo juga menyabet penghargaan Man of The Match di pertandingan final tersebut. Ini kian melengkapi apa yang didapatnya musim ini dan cukup rasanya menjawab kritik yang diberikan fans kepadanya. “Saya pikir orang-orang tidak memiliki kata-kata untuk mengkritik, karena angka-angka tidak berbohong,” katanya setelah menerima penghargaan dari mantan bosnya di Manchester United, Sir Alex Ferguson.

epa_britain-soccer-uefa-champions-league-final-2017_06009453jpg-js328986139.jpg

“Ini momen terbaik dalam karier saya, saya memiliki kesempatan untuk mengatakannya setiap tahun, tapi itu benar. Saya bahagia. Saya dalam momen yang tepat. Umur cuma angka karena saya merasa seperti anak muda,” ucap pemain berusia 32 tahun tersebut.

***

 

Referensi bacaan :

Top Skor, edisi 119, vol 13, Senin 5 Juni 2017

 

Musim Impian Asensio

Marco-Asensio-del.jpg

Bagi pemain muda, tidaklah mudah menjalani sebuah musim di klub yang bertabur bintang seperti Real Madrid. Namun, sepertinya itu tidak berlaku bagi Marco Asensio. Pada musim pertamanya sebagai pemain Los Blancos, pemain 21 tahun ini menunjukkan ia pantas bermain di tim selevel juara Eropa. Satu golnya di final Liga Champions 2016/2017 pada Sabtu (3/6) atau Minggu dini hari WIB menjadi salah satu bukti.

Uniknya, selain mencetak gol penutup musim Madrid, Asensio juga menjadi pencetak gol pembuka timnya musim ini. Itu terjadi pada pertandingan Piala Super Eropa menghadapi Sevilla. Bertempat di Larkendal Stadiun, Trondheim, Norwegia, dirinya membuka keunggulan atas Sevilla. Pada akhir alga timnya berhasil menang 3-2 meskipun harus melalui babak tambahan waktu.

13938494_917807011658350_5526164885133055494_n.jpg

Setelah itu dirinya melanjutkan tren positifnya dengan kembali menciptakan gol pada laga perdana La Liga timnya. Asensio menyumbang satu gol pada kemenangan 3-0 Madrid atas Real Sociedad di Anoeta. Debutnya di ajang Piala Raja juga ditandai dengan gol. Bahkan dua gol disarangkan sayap muda milik Spanyol itu ke gawang CD Leonesa dalam kemenangan Los Blancos (7-1), Oktober lalu.

Asensio sebenarnya sudah resmi menjadi pemain Madrid sejak didatangkan dari RCD Mallorca, Juli 2015 lalu. Namun dirinya lebih dulu “disekolahkan” ke Espanyol pada Agustus 2015. Barulah pada awal 2016/2017 dirinya ditarik kembali ke Santiago Bernabeu oleh Zinedine Zidane. Itu semua tak lepas dari apa yang ditunjukkannya selama semysim masa peminjamannya. Di tim asal Barcelona tersebut, Asensio menjadi pemain penting dengan tampil 37 kali di semua kompetisi dan mencatatkan 4 gol serta 15 assist.

Mendapatkan kesempatan di Madrid, Asensio berhasil mempertahankan penampilan impresifnya seperti dulu di Espanyol. Selama semusim penuh dirinya memang kerap menjadi pilihan Zidane, baik sebagai starter atau datang dari bangku cadangan, seperti pada laga final di Cardiff. Masuk di menit ke-82 menggantikan Isco Alarcon, Asensio berhasil menaklukkan Gianluigi Buffon pada menit ke-90 setelah memanfaatkan assist dari Marcelo. Dengan demikian, ia mengakhiri pertandingan itu sekaligus musim ini dengan penuh catatan bersejarah.

Asensio menjadi pencetak gol termuda Madrid di final Liga Champions, menggungguli Raul Gonzalez yang mencetak gol pada usia 22 pada tahun 2000. Musim ini dirinya bermain sebanyak 38 kali pada semua kompetisi dengan menciptakan 10 gol dan 4 assist. Dia juga menjadi idola baru di Santiago Bernabeu meski perannya saat ini masih sebagai pemain yang diandalkan Zidane untuk melakukan rotasi.

18839249_1166633330109049_7514838454253796738_n.jpg

Dengan demikian pada tahun pertamanya sebagai pemain Madrid, sang pemain telah menunjukkan permainan terbaiknya. Dan jelas bahwa Los Blancos tak melakukan kesalahan dengan memboyongnya pulang meski masih dalam usia yang sangat muda. Asensio sendiri merasa bahagia dan bangga atas apa yang dicapainya musim ini. “Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Real Madrid dengan memenangi dobel gelar. Aku sangat gembira bisa mencetak gol, dan sekarang waktunya menikmatinya,” katanya.

***

 

Referensi bacaan :

Top Skor, edisi 119, vol 13, Senin 5 Juni 2017

 

Sahabat Sejati

 

ronaldo_20160528_235334.jpg

Dari banyak orang yang berjasa dalam karir sepakbola Cristiano Ronaldo mungkin sahabat kecilnya yang bernama Albert Fantrau adalah orang yang paling berhasa dalam karir sepakbola Ronaldo.

Kisah ini dumulai saat Ronaldo masih di suatu klub junior di Portugal. Datanglah para pelatih dari Sporting Lisbon (klub pertama Ronaldo). Ronaldo punya teman yang namanya Albert Fantrau, mereka berdua adalah pemain paling berbakat di klub junior tersebut. Kemudian, pelatih dari Sporting tadi menjanjikan ke Ronaldo dan Albert ; siapapun yang mencetak gol lebih banyak akan diterima di akademi Sporting Lisbon.

ronaldo-the-real-star.jpg

Dan akhirnya di pertandingan yang berakhir 3-0 itu, Ronaldo mencetak gol pertama, Albert mencetak gol kedua dengan sundulan. Dan gol ketiga waktu itu Albert sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper dan juga sukses melewati kiper, dia hanya butuh sentuhan kecil untuk mencetak gol, tapi dia malah mengoper bola yang sudah tinggal diceploskan ke gawang itu kepada Ronaldo, dan Ronaldo berhasil menceploskan bola itu ke dalam gawang, dan GOL.

Pertandingan berakhir dan Ronaldo diterima di akademi Sporting Lisbon.

Setelah pertandingan selesai Ronaldo bertanya kepada Albert, “Kenapa (Mengumpan kepadaku)?”

Albert menjawab, “Kamu lebih bagus dari saya.”

maxresdefault.jpg

Setelah mendengar cerita itu, para wartawan mencoba mencari keberadaan teman lama Ronaldo itu, dan menanyakan tentang kebenaran cerita ini, dan dia mengkonfirmasi bahwa cerita ini benar.

Albert mengatakan dirinya tidak bekerja setelah berhenti menjadi pemain amatir sepakbola. Tetapi wartawan merasa bingung dengan kemewahan barang dan rumah yang dimiliki oleh Albert.

Wartawan pun bertanya, “Anda berhenti bermain sepakbola, tapi bagaimana bisa anda memiliki rumah dan mobil mewah ini?”

Dan Albert menjawab, “Ini semua dari Cristiano Ronaldo.” Jawabnya dengan bangga.

uuqcasa9wz4sde0axrs5.jpeg

Suatu kemurahan hati dari Cristiano Ronaldo. Walau pun sudah kaya dan terkenal, dia masih ingat sahabatnya yang dulu sama-sama beraksi di atas lapangan hijau. Albert fantrau yang menganggur bisa hidup mewah karena Cristiano Ronaldo.

Benar-benar sahabat sejati.

***

 

Dikutip dari Instagram : @quote.madrid

#Respect